Selasa, 28 April 2015

Seminar yang bertemakan "Peranan dan Peluang Ilmu Komputasi dalam Era Konvergensi”

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai seminar komputasi modern, yaitu seminar tentang bagaimana peran dan peluang ilmu komputasi didalam dalam kehidupan sehari-hari. Adapun isi seminar, nama narasumber, tempat seminar dan waktu pelaksanaan seminar akan dijelaskan di bawah ini.
Tanggal                   : 04 Desember 2011
Tempat Pelaksanaan : di Auditorium Fakultas SAINS IT Telkom
Narasumber             :
1.    Ir Wisnu Jatmiko M.Kom, Dr.Eng (Dosen Fasilkom UI)
2.    Hardika Nugroho, S.T., B.Eng (Head of Technology Roadmap PT Telkomsel)

Pada seminar 04 Desember 2011, adapun tema cara ini secara keseluruhan yaitu "Peranan dan Peluang Ilmu Komputasi dalam Era Konvergensi”. Terdapat dua topik besar yang dibawakan oleh dua tokoh besar pula. Pembicara pertama yaitu Dr. Eng. Wisnu Jatmiko dari Faculty of Computer Science University of Indonesia. Dalam penyampaiannya beliau menjelaskan terdapat setidaknya 6 fokus penguatan dasar sains, diantaranya : Fokus ketahanan pangan, fokus energi terbarukan, fokus teknologi dan manajemen transportasi, dll. Secara garis besar ilmu komputasi adalah bidang yang dapat dilihat dan diamati dari semua sisi. Termasuk yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan sains maupun sosial. Semua masalah yang terdapat didalamnya dapat dipecahkan melalui research yang dilakukan dengan penuh kesungguhan, hingga akhirnya mencapai hasil yang baik pula. Setiap hal ini juga dapat dimodelkan untuk dicari pemecahannya, metode seperti inilah yang disebut dengan metode komputasi. Ketika kita melihat suatu kesempatan untuk memodelkan suatu masalah, hanya bermodalkan kemauan maka terciptalah model dari suatu problem yang ingin dipecahkan.

Teori tentang komputasi memiliki tiga percabangan yang dikenal dengan computational intelligence, diantaranya :

1.    Neural networks
Permodelannya berhubungan dengan bidang kesehatan umumnya dan sistem jaringan khususnya. Neural networks ini lebih spesifik membahas tentang kinerja jaringan dalam tubuh manusia. Sehingga problem yang dipecahkan seputar masalah kerusakan ataupun  kesalahan penyampaian informasi pada suatu sistem besar dalam tubuh manusia.
2.    Fuzzy system
3.    Swarm intelligence

Perananan ilmu komputasi dan pemrosesannya dikenal dengan "Computational Intelligent Role and Opportunities. Tahapannya yaitu :
1. Computational intelligence role and oppotunities
2. Problem solver
3. Reasoning, consideration, and prediction
4. Practical implementation and applecation

Pembicara juga menunjukkan beberapa contoh dari penerapan algoritma dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu tentang sistem pengaturan lampu lalu lintas pada salah satu ruas jalan di Jakarta. Dalam program tersebut terlihat bagaimana  kepadatan arus lalu lintas dan pengaturan lampu agar menghindari kemacetan yang parah saat keadaan Crowd Traffic. Terlihat jelas bagaimana rumitnya perhitungan dalam pembuatan model yang ditampilkan oleh pembicara. Dengan modal otak dan software saja, beliau dapat meraih kocek hingga RP 80 juta per model yang disajikan. Selain itu, juga ditampilkan permodelan untuk robot pendeteksi bau, sistem sirkulasi asap, dan juga robot yang dirancang untuk mendeteksi  gempa. Pada bidang kesehatan model yang ditampilkan berupa suatu alat yang dirancang untuk mendeteksi penyakit jantung sebelum gejala utama penyakit terlihat jelas. Dengan demikian tahap pencegahan pun dapat dilakukan lebih dini. Pada intinya permodelan dapat menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan, karena dapat menyajikan solusi dari permasalahan sehari-hari tanpa harus melakukan praktik lapangan tiap harinya yang tentu memakan waktu dan biaya yang jauh lebih besar.

Pembicara kedua yaitu Hardika Nugroho selaku Head of Technology Roadmap di Telkomsel Cloud Computing. Suatu organisasi yang bergerak di bidang pengembangan strategi perencanaan jaringan untuk keperluan transportasi global. Penjelasan tentang CLOUD dimulai dari makna kata itu sendiri. Ketika keyword OBAMA yang dimasukkan dalam mesin pencari google, terdapat 675 juta hasil pencarian. Untuk kata SBY mencapai 63,4 juta hasil pencarian. Namun ketika kata cloud yang dimasukkan mencapai 922 juta hasil pencarian dalam 0.08 detik. Terpecah dalam berbagai macam bentuk, produk, maupun barang. Di antaranya terdapat pada merek kue, sabun cuci, bahkan pakaian sekalipun. Hal ini membuktikan betapa mendunianya kata cloud itu sendiri. Adapun karakteristik CLOUD selaku penyedia jaringan yaitu :
1. Orang-orang tidak lagi perlu mengunjungi provider untuk berkomunikasi
2. Orang-orang tidak harus pergi ke tempat tertentu untuk mencari jaringan, karena jaringan CLOUD sudah ada dimana-mana
3. Orang-orang tidak harus selalu membeli perangkat yang terbaru untuk menanambah aplikasi, karena CLOUD memiliki banyak akses untuk tenan yang diinginkan
4. Orang-orang tidak perlu lagi membayar pelayanan sebesar yang digunakan

CLOUD menyediakan service model untuk memudahkan pelayanannya, diantaranya :
1. Infrastruktur sebagai pelayanan utama bagi konsumen
2. Platform yang digunakan sebagai pelayanan tambahan
3. Jaringan luas yang digunakan sebagai pelayanan penunjang bagi konsumen

Kelebihan      :
          Pembicara pertama menunjukkan beberapa contoh penerapan algoritma dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para peserta dapat lebih memahami tentang ilmu komputasi.

Kekurangan   :
          Pembicara pertama tidak menyebutkan nama algoritma dan penjelasan dari algoritma yang di pakai dalam contohnya.

http://dedenofrianda.ucoz.com/blog/resume_computing_cup/2011-12-06-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar