Selasa, 31 Maret 2015

Tanggung Jawab



Menurut saya tanggung jawab adalah perwujudan kesadaran dalam kewajibannya. Sebagai seorang anak saya memiliki tanggung jawab untuk berbakti kepada kedua orang tua, membahagiakan mereka dan menjaga nama baik keluarga baik di dalam maupun di luar rumah. Selain tanggung jawab sebagai anak, saya juga mendapatkan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Tanggung jawab sebagai mahasiswa tidak kalah pentingnya dengan tanggung jawab sebagai anak. Tanggung jawab saya sebagai mahasiswa diantaranya adalah belajar dengan sunggung-sungguh, mengerjakan tugas, mengikuti perkuliahan sesuai dengan jadwal, mengikuti semua praktikum yang telah disediakan oleh kampus, membayarkan biaya administrasi perkuliahan tepat pada waktunya, serta menjaga nama baik kampus Universitas Gunadarma baik di dalam kampus maupun di luar kampus.
Selain tanggung jawab sebagai anak dan mahasiswa, saya juga memiliki tanggung jawab sebagai ketua kelas. Awal cerita saya di tunjuk sebagai ketua kelas di mulai pada tingkat 2 semester 2. Awalnya saya menolok untuk menjadi ketua kelas, karena saya ingin membantu teman-teman, maka saya bersedia untuk menjadi ketua kelas. Pertama kalinya saya menjadi ketua kelas, saya telah mendapat masalah. Masalah tersebut berkaitan salah satu seorang dosen. Masalah tersebut muncul, karena dosen tersebut memindahkan jadwal perkuliahan sesuai keinginan beliau. Dosen tersebut memindahkan jadwal perkuliahan, karena jadwal yang diberikan oleh pihak kampus Universitas Gunadarma bersamaan dengan jadwal perkuliahan kampus lain. Oleh karena alasan tersebut, dosen memutuskan untuk memindahkan jawdal perkuliahan. Karena dosen tersebut memindahkan waktu kuliah sesuai keinginan beliau, maka mahasiswa meminta kepastian waktu kuliah yang dosen tersebut inginkan. Karena tanggung jawab saya sebagai ketua kelas, saya pun menghubungi dosen tersebut untuk meminta penjelasan waktu kuliah yang diinginkan oleh dosen tersebut. Saya mulai menghubungi beliau H-2 sebelum perkuliahan yang diinginkan dosen tersebut di mulai. Pada hari yang telah ditentukan, saya pun menghubungi dosen tersebut sekitar pukul 8.30 WIB untuk memastikannya. Saat saya menghubungi dosen tersebut, nada bicara dosen tersebut telah meninggi. Merasa terganggu dengan telpon saya pada pagi hari, dosen tersebut akhirnya marah di kelas. Dosen tersebut mencoba mencari nomer telpon yang telah menghubunginya tadi pagi dengan menuliskan nomer telpon tersebut di papan tulis. Dosen tersebut berpesan kepada mahasiswa, agar pemilik nomer tersebut untuk tidak masuk kelas selama satu semester dan memastikan nilainya akan mendapatkan “A”. Saat perkulihan beliau saya datang terlambat. Saya pun tidak mengetahui kalau beliau sangat marah kepada saya. Setelah perkuliahan selesai, akhirnya saya di beri tahu oleh teman-teman tentang hal-hal yang terjadi di kelas. Saat itu saya merasa takut dan bersalah kepada dosen tersebut.
Pada perkuliahan selanjutnya saya pun meminta maaf kepada dosen tersebut, saya juga mengakui kesalahan yang saya perbuat. Setelah mendengarkan penjelasan saya dan permohonan maaf yang saya utarakan, akhirnya dosen tersebut mau memaafkan saya. Saya merasa lega karena masalah saya telah selesai. Dari masalah tersebut saya mendapat satu pelajaran. Saya pun bertekat untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut terhadap dosen-dosen lainnya. Setelah satu semester tersebut berlalu, saya pun melihat nilai untuk mata kuliah tersebut. Saya tidak menyangka untuk mata kuliah tersebut saya mendapat nilai yang memuaskan. Saya pun sadar, kalau ternyata dosen tersebut tidak pelit terhadap nilai. Beliau memberikan nilai sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Saya menyadari tanggung jawab sebagai ketua kelas sangatlah besar. Tanggung jawab itu diantara menanyakan kehadiran dosen ke Sekretariat Dosen (SekDos), memberikan kabar ke mahasiswa apabila dosen tidak dapat hadir, sebagai penghubung antara dosen dengan mahasiswa, seperti mengumpulkan tugas yang diberikan oleh dosen.
Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya juga mempunyai tanggung jawab diantaranya adalah lulus sidang sarjana secepat mungkin. Dari sekian banyak tanggung jawab yang saya miliki, saya harus bisa menjalankan semua tanggung jawab tersebut. Saya tidak boleh mengeluh atas banyaknya tanggung jawab yang telah saya pikul. Karena banyak orang lain di luar sana yang memiliki tanggung jawab yang sangat banyak dan sangat besar daripada tanggung jawab yang saya miliki. Apabila semua tanggung jawab tersebut kita jalanin dengan keikhlasan dan tanpa beban, maka semua tanggung jawab tersebut akan dengan mudah kita jalani. Walaupun setiap tanggung jawab tersebut memiliki resiko sendiri-sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar